Home
 

INFATUATED ONLY WITH YOU

About Recent Entries

my smile Jul. 7th, 2008 @ 07:39 am

PINDAHAN! Jun. 1st, 2005 @ 05:49 pm
Saya pindah kandang! Maksudnya, saya pindah kost! Kalo ditanya kenapa saya harus pindah dari Le Margots yang nyaman dan cozy itu, saya juga susah menjawabnya. Saya suka sekali suasana di sana, saya punya “keluarga” di sana. Saya sayang sama mereka semua… saya jadi punya “ortu” baru, kakak-kakak cowo yang sukses dan baik hati, kakak-kakak cewe yang alim dan seneng ngobrol, adik-adik cowo yang gokil dan talented, plus penjaga yang galak tapi sangat menjaga, intinya, ga ada yang ga saya suka dari Le Margots! Ngambil keputusan ini berat banget untuk saya… saya pasti kangen sama semua yang ada di sana, termasuk kamar saya yang sudah jadi saksi bisu “kebinalan” saya, heuheuheuhe… KIDDING! Well, at least I am just trying to moving out of the box :D
Current Mood: anxious

My Melody May. 25th, 2005 @ 10:32 am
Absurd.

Satu jawaban atas perjalanan kehidupannya. Melody menatap langit sore yang menjingga. Suasana mulai menyepi seiringan dengan tenggelamnya matahari. Pantai itu melengang, suara-suara menjadi desir menyepi perlahan tapi pasti . Melody tidak peduli. Telinganya tersumbat iPod yang meneriakan lagu-lagu The Cure. Melody membenamkan kakinya dalam pasir yang basah. Dan semuanya semakin absurd!


Jakarta, Melody yg Absurd
Current Mood: bitchy

time goes on May. 23rd, 2005 @ 05:01 pm
Akhirnya, setelah 1 tahun lebih saya terjebak dalam sebuah keterpakuan pada seseorang, sayapun beranjak. Langkah ini belum kuat betul. Asa yang lama masih dan akan selalu ada. Namun saya ingin mengembalikan diri saya yang dulu. Seseorang yang mampu menghadapi semuanya sendirian. Seseorang yang sanggup mencintai dirinya sendiri tanpa kehadiran cinta dari orang lain. Seorang penyendiri yang gembira dalam kesendiriannya dan jauh dari rasa kesepian.

Kemudian saya sadar bahwa cinta tidak untuk dicari, tapi untuk ditemukan! Caranya? Membuka mata, hati, pikiran dan diri. Ini bukan hal yang mudah bagi saya. Ketika ketakutan itu kembali datang saat sebuah rasa yang lama saya rindukan menyapa. Ketika sebuah trauma tak penting hadir di tengah kenyamanan itu. Ketika sakit yang susah payah saya sembuhkan kembali menghantui. Dan tanpa disadari seketika semuanya tampak tidak lagi nyata bagi saya.

“Waktu tidak akan berhenti untuk menunggumu!” ujar seorang teman pria saya dengan tegas. Banyak sekali ketinggalan yang harus saya kejar. Banyak sekali waktu yang sudah terbuang percuma di alam mimpi karena saya tidak punya keberanian untuk bangun. Walau ternyata bermimpipun membutuhkan keberanian. Ucapan teman 1 tahun lalu itu terngiang lagi di telinga saya. Maka saya memutuskan untuk tidak ingin tertinggal lebih jauh.
Current Mood: anxious
Current Music: time goes on - l'arc en ciel

Robot Gedek May. 20th, 2005 @ 05:48 pm
SODOM-GOMORA & ROBOT GEDEK VS MORAL



Ada keprihatinan lebih yang saya rasakan setiap kali menonton tayangan criminal di TV (chanel manapun). Terutama akhir-akhir ini, dimana beberapa beritanya tentang kejahatan penyimpangan sexual yang korbannya anak-anak di bawah umur. Beberapa pelaku kejadian itu bahkan pria-pria dewasa yang dikenal sebagai orang yang taat beragama. WHAT THE F*CK?!!! Apakah agama kini sudah berganti peran menjadi kedok kejahatan moral dan alibi sebagaimana topeng kemunafikan manusia?



Memalukan memang! Ketika manusia-manusia beragama yang seharusnya pernah mendengar tentang sebuah daerah bernama Sodom & Gomora yang kemudian di bumihangus-luluhlantak kan oleh Tuhan karena seluruh penghuninya adalah Homosexual dan pelacur. Justru di jaman post-modern ini banyak manusia yang kembali “membangun” kota tersebut secara tak sadar. Dan ironisnya, tidak sedikit dari mereka mengaku beragama.



Masih ingatkah pada kasus Robot Gedek belasan tahun lampau? Sebuah kasus yang sangat menggemparkan Indonesia. Sebuah kejadian yang membuat para orangtua melindungi anak laki-laki mereka sebagaimana halnya melindungi anak perempuan. Sebuah kejahatan sexual yang menimpa anak laki-laki di bawah umur. Sebuah kebejadan yang membuat seorang laki-laki gay seumur hidupnya harus menerima gunjingan, hinaan dan ejekan bercampur kekhawatiran dari kaum normative dan orangtua korban yang kecewa juga marah akan kebejadannya tersebut.



Saya pikir selesai di vonisnya Robot Gedek maka selesai pula kasus sodomi yang menimpa anak-anak di bawah umur. Ternyata saya salah! Entah mengapa justru kejadian demi kejadian yang menjadi headline pada tayangan criminal beberapa bulan ini adalah kasus serupa. Seakan justru Robot Gedek “menginspirasi” mereka dengan sempurna! Apakah masih ada pria-pria normal yang mencintai anak-anak tanpa disertai nafsu bejad? Apakah masih ada pria-pria normal yang “menyukai” vagina daripada dubur? Dan masih adakah pria-pria dewasa yang mampu menjadi pembentuk dasar moral bagi anak-anak dan masyarakat? Entahlah… Saya hanya menghela napas panjang dan mengakhiri tulisan saya ini dengan kalut.





Jakarta, moral robot gedek
Current Mood: amused
Other entries
» Time Goes By
Aku melaju. Sejenak toleh ke belakang. Tak berkehendak. Tak lagi terpaku. Aku beranjak pergi. Kenangan terkikis masa. Terlalu indah. Terlalu maya. Dan aku tak lagi bernyawa.

Jakarta, melaju tanpa kenangan
» mencari sesuatu yg Taboo
Sebuah pencarian bernama Taboo!

Melody terbangun dengan tubuh telanjang. Gelap. Ruangan yang lembab bercampur wangi pengharum ruangan hasilkan aroma khas. Cahaya neon yang masuk dari celah pintu menjadi satu-satunya penerang yang tidak membantu. Dalam temaram sesosok laki-laki berbadan tegap memeluk pinggangnya yang ramping terbaring. Tidak ada suara. Tidak ada rasa. Tidak ada getar apa-apa. Sebuah kecupan dibibir ia terima dengan lapang dada. Dingin.

“aku senang kamu di sini” suara bisikan laki-laki itu memecah kesunyian.

Sepi. Melody tersenyum. Hampa. Ada yang hilang.

“kenapa diam?” Tanya laki-laki itu

Melody menatap laki-laki itu. Dingin.

Ia berusaha untuk merasakannya kembali. Namun tidak ada rasa apa-apa. Tidak ada getar yang ia cari. Tidak ada hangat yang ingin ia hampiri. Yang ada hanya sunyi. Yang ada hanya kata hati yang memaki. Menyerukan kebodohan yang ia lakukan lagi untuk kesekian kali. Melody mentegarkan diri. Berusaha menyatukan kepingan dirinya yang berserakan di kamar itu. Sebuah kepedihan menghampiri dengan pasti. Hasilkan keinginan untuk melarikan diri seperti biasa.

Melody mengenakan kembali pakaiannya perlahan. Laki-laki itu menatapnya dalam gelap penuh tanda tanya. Udara melata menyekap sepasang manusia tersebut.

“aku sedang mencari” ujar Melody tanpa bermaksud menjawab pertanyaan laki-laki itu.

Laki-laki itu duduk di pinggir tempat tidur sambil memandangi punggung Melody yang tengah mengenakan celana jeansnya kembali.

“… dan bukan ini yang aku cari” lanjutnya seraya menatap laki-laki itu. Dingin.

Ia sudah berusaha untuk merasakannya kembali. Namun tidak ada rasa apa-apa. Hanya dingin disertai perasaan bersalah yang kini melanda. Melody menahan airmata yang sudah merayap mengaburkan kornea matanya. Ia membalikkan badan, beranjak pergi, melarikan diri seperti biasa.

“tunggu!” seru laki-laki itu setengah berbisik

Melody tidak ingin menunggu. Ia membuka pintu, namun laki-laki itu menahannya. Mata mereka bertemu. Laki-laki itu mencari sesuatu di sana. Tidak ada apa-apa. Yang ada hanya kebekuan dan kegelapan. Melody mentegarkan diri. Laki-laki itu mengecup bibirnya dengan lembut. Melody membalikan badan dan keluar dari kamar tersebut tergesa.

Ia tidak menemukan apa yang ia cari di sana. Tidak pada situasinya. Tidak pada tempatnya. Tidak pada laki-laki itu. Melody memang mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan. Namun tidak menemukan apa yang ia cari. Pecah sudah tangis yang tertahan. Meledak sudah gumpalam kepedihan di dada. Menangispun tak ada gunanya. Ia sadar betul pencariannya tidak akan pernah membuahkan hasil kecuali penyesalan atas kebodohan yang berulang kali terjadi.

“apa yang aku cari?” hatinya berbisik

Melody terhenti pada sebuah persimpangan. Dingin. Gelap. Beku. Berlalu. Tidak ada pilihan. Tidak ada rasa yang lain. Kecuali ia temukan apa yang ia cari. Dan waktupun berlari meninggalkannya dalam keterpurukan, dalam kelelahan dan dalam kebenciannya pada dirinya sendiri. Melody memilih BEKU dan melanjutkan pencariannya, sekali lagi. (FIN)
» Dan Brown
Kekaguman saya terhadap para penulis buku macam Dan Brown patut di acungi jempol. Karena saya betul-betul sangat kagum sekali pada beliau. Menulis bukan sesuatu yang mudah dan menulis sesuatu yang ilmiah, bercampur fiksi sekaligus religius adalah CERDAS! Kadang saya iri dengan kemampuan para penulis yang mengikutsertakan penelitian-penelitian yang cukup rumit untuk “sekedar” membuat buku bagus. Sebuah buku bagus tentu saja bukan hanya yang secara berat membahas sesuatu. Selain itu sebuah buku harus enak di baca dengan alur yang berjalan tidak membosankan secara . Sungguh, saya masih harus banyak sekali belajar untuk mampu membuat tulisan yang setidaknya 1/1000 dari kecerdasan buku karya Dan Brown tersebut!

Jakarta, kekaguman akan Angel & Demon
» SEXUALY HEAL
Jakarta, behind a sexual-healing (by.vanillasmile)


It’s definitely sex, honey
It’s not love, not even close

I did it because of lust, honey
I didn’t do it with love, not anymore

I am cold, honey
I can’t feel the heat, not a portion

I want to heal, honey
I don’t want to fall, not again

I tell you the truth, honey
I don’t have a heart, not at all

It’s definitely sex, honey
It’s not love, not anymore
» Sex, Lies and DVD
Image hosted by Photobucket.com
honey, don't lie to me... i saw you having sex in a dvd!
» IN LOVE WITH TIME
WATCHES I LOVE THAT YOU'LL LOVE

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

all by. BREITLING
» HIS BIRTHDAY
To my Father...

HAPPY BIRTHDAY!

Where are u?
» WORK OUT!
MY WORKING SPACE

Image hosted by Photobucket.com

ada kalanya gue ke kantor dengan "konsep" perempuan yang "seutuhnya"

MY WORKING HOUR

Image hosted by Photobucket.com

dan ada kalanya gue ke kantor dengan "konsep" sedikit kekananak
» Saya adalah mantan laki-laki!
Kadang keisengan saya menimbulkan kontroversi yang merugikan diri saya sendiri. Semata hanya karena saya ingin tertawa dan mentertawakan diri sendiri. Ada rasa puas yang menyeruak ketika saya berhasil mengelabui teman-teman dengan cerita-cerita nyeleneh tentang diri saya. Bukan, saya bukan mencari sensasi, semua sekedar mencoba membuka pikiran teman-teman saya, bahwa mereka mempunyai teman yang cukup aneh.
Salah satu cerita yang paling menimbulkan kontroversi adalah ketika saya mengaku bahwa saya adalah seorang transexual! Mengarang cerita tentang masa lalu saya yang terlahir sebagai laki-laki namun akhirnya memutuskan untuk operasi kelamin karena suara saya yang tak kunjung mendewasa, alias cempreng, plus gaya saya yang cukup feminin sebagai laki-laki. Saya bilang, operasi kelamin itu terjadi saat saya bahkan masih duduk di kelas 5 SD! Heuheueheueh...
Yah... memang cerita itu tidak sepenuhnya berhasil. Namun cukup membuat 2 orang teman saya HAMPIR percaya dan sempat memandang saya dengan jijik. Dan saya hanya bisa tertawa terbahak-bahak dengan bahagia! Sebetulnya semua berawal dari banyaknya orang yang menilai saya sebagai perempuan tomboy, berbulu banyak, berpikir (sedikit) lebih rasional dari perempuan biasanya dan sering sekali nyasar masuk WC laki-laki! Semua itu saya lakukan tidak dengan sengaja, hanya saja entah kenapa saya sering sekali (tanpa sadar) mengikuti teman-teman saya (yang laki-laki tentunya) masuk ke WC kaumnya, hehehehehhehe...
Hingga saat ini pun di kantor saya yang baru, gossip ttg saya seorang transexual masih berhembus dengan teratur dan tentu saja selalu berhasil memancing tawa saya. Kadang mentertawakan diri sendiri adalah obat paling manjur untuk mengatasi stress yang melanda! Setuju?!

Jakarta, transexual berkelamin ganda
» love is
My foolish notion about something called LOVE:

something that will just hurt you, because it gives too much happiness!

AVOID IT! BEFORE YOU REALLY GET HURT BECAUSE OF THE HAPPINESS IT CAUSED!
» catatanku
"hey,sorry baru bales, lagi ngapain?" sender +62855******* (my emotion)

my emotion!

kemarin saya memang mengirimkan beberapa SMS di sela waktu meetingnya yg padat di Bogor. memang tidak ada balasan. entahlah... mungkin terlalu padat, atau memang tidak sedang ingin membalas. hingga saya memutuskan untuk tidak lagi menunggu jawaban atau balasan apa2 darinya. sampai 5 menit yg lalu...

my emotion!

haruskah saya bertindak tegas padanya? menghadapi resiko kehilangannya dan menjadi masa lalunya? setiap kejadian, setiap pemunculannya yang tak terterka, setiap sapa yang datang dan pergi, setiap pelukan yang hadir dan hilang, membuat saya semakin sakit...

my emotion!

saya terlalu memujanya, saya terlalu membutuhkannya, saya terlalu menginginkannya, karena saya terlalu mencintainya! bisakah dia beritahu apa yang harus saya lakukan untuk tidak lagi mencarinya ke masa lalu? bisakah dia mengembalikan hati saya yang tertinggal di masa itu?
» Maha Karya
Obsesi Saya Pada Sebuah Maha Karya

Saya semakin kagum dan percaya pada keagungan Tuhan (atau apapun sebutan “kekuatan super” tersebut) semenjak saya diberi kesempatan untuk jatuh cinta pada satu dari seluruh Maha Karya yang pernah Dia ciptakan. Hingga tanpa sadar sayapun terobsesi. Saya terobsesi pada sebentuk manusia sempurna yang sangat berkomitmen pada kesempurnaan.
» Listening Session (part I)
Listening Session RON_JI @ Time BReak Cafe, Plaza Semanggi

"SHUT UP & DANCE!"
judul album R&B dari Ron_Ji, artis baru yang gue Road Manager-in! kadang gue merasa aneh dengan "title" gue saat ini: Road Manager, hehehe... me-manage diri sendiri aja belum becus tapi kantor gue udah memberi kepercayaan as ROAD MANAGER (menuju Manager yg seutuhnya!)
» aku mengamati
aku mengamati, lewat sebuah celah kecil, satu lubang tak teratur, dengan pandangan yang luas. aku mengamati, lewat sebuah lensa kecil, satu benda berbentuk teratur, dengan pandangan yang luas. aku mengamati, lewat celah atau teropong, keduanya sama jelasnya, bila obyeknya dirimu.

aku mengamati by.vanillasmile
» ttg 1 tahun perpisahan
hari ini tepat 1 tahun kita tidak lagi bercinta...

entah kenapa kita bisa duduk di tempat yg sama

di waktu yg sama juga saat kita sepakat untuk berpisah

15 April > Starbucks Thamrin > 23:20 > smoking area > 2 baris dari pintu

namun ketika tiba saatnya pulang, aku tidak lagi menangis

aku hanya terdiam, tersenyum dalam rasa yang makin tak jelas

satu kecupan di pipi kanan

satu kecupan di pipi kiri

satu kecupan di bibir beraroma kopi

cuma itu...

kemudian malam berakhir dengan senyummu

dan aku termangu dalam sepinya dini hari yang dingin

taukah kamu, aku ingin memelukmu!

Advertisement

Top of Page Powered by LiveJournal.com